Selasa, 26 Februari 2013

Refleksi (Problematika Pembelajaran Matematika di SD)

http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/problematika-pembelajaran-matematika-di.html


Bismillah,
Dari identikasi mengenai problematika pembelajaran matematika di SD , kita dapat mengetahui bahwa begitu banyaknya permasalahan yang timbul dalam mempelajari matematika. Sebagian besar dari berbagai narasumber yang saya temui, mulai dari siswa SD hingga orang dewasa mengatakan bahwa “Matematika adalah pelajaran yang paling sulit”. Namun, saya kurang setuju dengan pemikiran mereka yang seperti itu. Menurut saya matematika itu bukanlah pelajaran yang sulit. Mereka menganggapnya sulit tergantung bagaimana cara mereka mempelajari matematika. Saat mempelajari matematika diperlukan ketekunan, keterampilan, kesabaran, dan tak lupa membutuhkan kepintaran yang akan dengan sendirinya mengubah kepribadian seseorang. Kepribadian yang bisa dibangun misalnya, siswa menjadi lebih tekun, lebih sabar, lebih terampil dan lebih pintar. Tetapi, kepintaran bukan menjadi faktor utama dalam mempelajari matematika, sebab seseorang yang dikatakan bodoh pun jika mempelajari matematika dengan tekun dan rajin pasti akan dapat menguasai pelajaran matematika. Kunci keberhasilan siswa dalam mempelajari matematika adalah rasa senang terhadap matematika itu sendiri. Karena pada dasarnya, matematika adalah diri dan kehendak pikiran siswa itu sendiri. Jika dari awal, siswa bisa menanamkan rasa senang terhadap pelajaran matematika, pasti kedepannya siswa dapat dengan mudah menerima dan mempelajari matematika.
Hakekat matematika pada tingkat Sekolah Dasar masih sangat sederhana dan masih dasarnya saja karena pelajaran matematika di SD disesuaikan dengan umur siswa. Guru hanya perlu memberikan gambaran secara garis besar tentang pelajaran matematika tersebut.
Guru matematika juga menjadi salah satu penentu keberhasilan siswa dalam mempelajari matematika. Jika di dalam proses pembelajaran guru matematika dapat membangun suasana yang kondutif, tentunya akan membuat siswa merasa nyaman berada di dalam kelas tersebut. Mereka akan terus berusaha untuk mengerti apa maksud dari pelajaran yang telah diberikan oleh guru. Ketika dirumah pun, siswa juga akan terlihat antusias jika disuruh belajar matematika oleh orangtuanya. Guru juga dituntut untuk memberikan pemahaman kepada siswa untuk memahami konsep dasar matematika karena akan memberikan pengalaman langsung yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari beserta pemecahannya.
Namun, banyak juga orangtua yang beranggapan bahwa jika anak mendapatkan nilai matematika yang bagus berarti anak tersebut dapat dikatakan pandai. Padahal, untuk mengukur suatu kepandaian seseorang bukan hanya berdasarkan nilai semata. Kepandaian seseorang dapat dinilai dari seberapa jauh dia dapat memahami dan menggunakan atau mengimplementasikan berbagai pelajaran yang telah dia dapatkan dalam kehidupannya sehari-hari.
Saya sebagai calon guru merasa mempunyai tanggung jawab yang besar (dalam hal ini saat memberikan pelajaran matematika) untuk dapat mengubah atau memotivasi siswa untuk menghilangkan persepsi mereka mengenai sulitnya belajar matematika. Besar harapan, saat ini guru-guru SD dapat menciptakan suasana belajar yang kreatif, inovatif, dan fleksibel untuk mendorong berkembangkannya potensi yang dimiliki oleh siswa. 
Amin....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar