Sesungguhnya ibadah solat merupakan sebaik-baiknya
amal, ia mempunyai kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT. Ibadah inilah yang
membedakan antara orang mukmin dan orang kafir. Ketika kita sudah mengetahui betapa
pentingnya shalat dan begitu mulianya kedudukannya di sisi Allah, maka tentu
sebagai muslim kita harus melaksanakannya sesuai dengan ketetuan-ketentuan yang
telah digariskan oleh aturan syariat kita, yaitu Islam. Shalat khusyu’
merupakan dambaan setiap orang, bahkan berbagai macam cara yang dilakukan
seseorang untuk menggapai shalat khusyu’. Setiap muslim selalu berkeinginan
agar solatnya bisa khusyu’ dalam keadaan apapun.
Namun, dalam mewujudkan hal tersebut tentu
ada banyak sekali faktor yang menghambat. Agar dapat melaksanakan shalat dengan
khusyu’, maka “
hendaklah engkau memperbanyak Zikir. Sebab, dengan berzikir
kepada Allah, setiaphati akan tenang” (Q.S. Al-Ra’du:28). Dari dalil
tersebut, sudah jelas bahwa apabila kita menginginkan shalat yang khusyu’ maka
kita harus memperbanyak berdzikir. Karena pada dasarnya, dzikir adalah salah
satu cara yang dapat mengusir syaitan. Namun, ternyata dzikir saja tidak cukup
untuk mengusir syaitan. Dzikir baru akan efektif kalau hati kita bersih dari
makanan syaitan. Jika hati kita sudah bersih, barulah kita mampu menghardik syaitan.
Sesungguhnya khusyu’ letaknya adalah di hati. Hati seseorang mempunyai dua
jenis pintu. Pertama, pintu bagi cahaya Tuhan; kedua, pintu bagai unsur
syaitan. Pintu bagi cahaya tuhan hanya satu, dan pintu bagi unsur syaitan ada
banyak sekali. Oleh karena itu Al-Qur’an menyebut jalan Tuhan sebagai Shirath. Syaitan
hanya bisa masuk ke dalam hati melalui pintu-pintunya (madkhal). Melalui
pintu-pintu tersebut, syaitan akan masuk ke dalam hati dengan membawa
penyakit-penyakit hati. Sebenarny terdapat beberapa penyakit hati, diantaranya
yaitu ambisi atau keinginan yang sangat rakus dan hasad yaitu kedengkian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar