http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ke-dua.html
Setelah
membaca Elegi Ritual Ikhlas 28: Tasyakuran Ke Satu (Proyek Syurga) yang lalu saya
masih ragu apakah dapat meniru dan menjalankan amalan-amalan yang disebutkan
untuk meraih surga. Pada elegi ini, disebutkan pula lanjutan dari cara
mengembangkan proyek menghuni syurga, diantaranya:
Sebelas:
Tidak membongkar aib orang beriman
Duabelas:
Selalu mulai dengan salam
Tigabelas:
Selalu belajar dan bertanya tentang sesuatu yang tidak diketahui
Empatbelas:
Melakukan amar makruf nahi munkar
Limabelas:
Tidak marah kecuali karena allah
Enambelas:
Tidak menyia-nyiakan waktunya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat
Tujuhbelas:
Melakukan salat malam
Sembilanbelas:
Menghadiri majelis zikir dan majelis husainiayah
Delapanbelas:
Menjadi teladan dalam akhlak yang terpuji di rumah, di jalan, dan di pekerjaan
Duapuluh:
Memelihara pandangan dari apa yang diharamkan allah
Duapuluhsatu:
Memiliki kecemburuan pada agamanya dan isterinya
Duapuluhdua:
Bagi perempuan, memakai hijab secara sempurna, tidak menampakkan selembar
rambut pun dengan sengaja dan tidak berhias untuk orang lain selain suaminya.
Dari beberapa point diatas,
kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada di dunia yang sempurna. Sempurna itu
relatif tergantung dari sisi apa kita melihatnya. Namun dalam hal ini tetap
Allah lah yang paling sempurna. Tidak ada satupun makhlukNya yang mampu
menandingi. Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya
masing-masing.
Didalam kehidupannya, manusia dituntut
untuk selalu menuntut ilmu. Namun, mereka seringkali menyia-nyiakan
waktunya dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, padahal tanda kebaikan islam
seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar