Rabu, 01 Mei 2013

REFLEKSI Elegi Ritual Ikhlas 29: Tasyakuran Ke Dua (Proyek Syurga)


http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ke-dua.html
Setelah membaca Elegi Ritual Ikhlas 28: Tasyakuran Ke Satu (Proyek Syurga) yang lalu saya masih ragu apakah dapat meniru dan menjalankan amalan-amalan yang disebutkan untuk meraih surga. Pada elegi ini, disebutkan pula lanjutan dari cara mengembangkan proyek menghuni syurga, diantaranya:
Sebelas: Tidak membongkar aib orang beriman
Duabelas: Selalu mulai dengan salam
Tigabelas: Selalu belajar dan bertanya tentang sesuatu yang tidak diketahui
Empatbelas: Melakukan amar makruf nahi munkar
Limabelas: Tidak marah kecuali karena allah
Enambelas: Tidak menyia-nyiakan waktunya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat
Tujuhbelas: Melakukan salat malam
Sembilanbelas: Menghadiri majelis zikir dan majelis husainiayah
Delapanbelas: Menjadi teladan dalam akhlak yang terpuji di rumah, di jalan, dan di pekerjaan
Duapuluh: Memelihara pandangan dari apa yang diharamkan allah
Duapuluhsatu: Memiliki kecemburuan pada agamanya dan isterinya
Duapuluhdua: Bagi perempuan, memakai hijab secara sempurna, tidak menampakkan selembar rambut pun dengan sengaja dan tidak berhias untuk orang lain selain suaminya.
Dari beberapa point diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada di dunia yang sempurna. Sempurna itu relatif tergantung dari sisi apa kita melihatnya. Namun dalam hal ini tetap Allah lah yang paling sempurna. Tidak ada satupun makhlukNya yang mampu menandingi. Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
Didalam kehidupannya, manusia dituntut untuk selalu menuntut ilmu. Namun, mereka seringkali menyia-nyiakan waktunya dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, padahal tanda kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar