Minggu, 19 Mei 2013

REFLEKSI Elegi Ritual Ikhlas 35: Cendekia yang ber Nurani


http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-menggapai-cemani.html
Setiap makhluk hidup diciptakan oleh allah dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan kelebihan yang dimilikinya, seseorang dituntut untuk selalu berusaha dan bekerja dalam kebajikan serta semata-mata untuk mendapatkan ridho dari allah swt. Kemudian dengan kekurangannya, manusia dituntut untuk selalu berusaha dan bekerja keras untuk memperbaiki atau mengurangi kekurangan yang dia miliki. Pada hakikatnya, manusia hidup di dunia adalah untuk mencari ilmu, meliputi ilmu agama, ilmu pengetahuan dan lain-lain. Dalam usaha untuk memperoleh ilmu tersebut, allah telah memfasilitasi manusia dengan berbagai macam potensi yang ada. Dalam elegi diatas, kita dapat mengetahui bahwa syarat seorang pemenang adalah siapa saja yang berhati ikhlas dan mampu berpikir kritis. Berhati ikhlas dan berpikir kritis itu terikat oleh ruang dan waktu, artinya dia itu bisa berupa titik atau simpul potensi, berupa garis atau bidang vitalitas, atau berupa ruang interaksi dinamis antara potensi dan vitalitas dalam waktunya.
Berpikir kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran serta kecerdasan membandingkan dari beberapa masalah yang sedang dan akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapat memecahkan masalah tersebut. Setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda. Akan tetapi, apabila setiap orang mampu berpikir secara kritis, masalah yang mereka hadapi tentu akan semakin sederhana dan mudah dicari solusinya. Oleh karena itu, manusia diberikan akal dan pikiran untuk senantiasa berpikir bagaimana menjadikannya hidupnya lebih baik, dan mampu menjalani suatu masalah sepelik apapun yang diberikan kepadanya.
Berhati ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah SWT saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutuka dengan yang lain, tidak riya dalam beramal, dan semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah.
Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa menjadi seorang pemenang harus berpikir kritis dan berhati ikhlas. Keduanya memiliki hubungan yang sangat erat untuk menjadikan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar