Asmaul Husna digolongkan ke dalam dua bagian besar,
yakni jalaliyyah dan jamaliyyah. Jalaliyyah adalah sifat-sifat yang berisi
aspek-aspek keagungan dan kebesaran Allah SWT, seperti Maha Besar, Maha Agung, Maha
Kuat, dan Maha Kuasa. Jalaliyyah adalah sesuatu yang bernilai luar biasa,
sangat tinggi, dan tan ada bandingannya. Dari sisi jalaliyyah-Nya, Allah itu
bersifat transenden, artinya Dia itu berada diluar bayangan-bayangan kita.
Karena pada kenyataannya semua makhluk hidup tidak bisa melihat wujud Allah
yang sesungguhnya. Kita sebagai manusia hanya bisa membayangkanNya dalam hati
dan pikiran saja.
Sedangkan jamaliyyah adalah sifat-sifat Allah yang
berisi aspek-aspek keindahan dan kelembutan Allah, seperti Maha Penyayang, Maha
Pengampun, Maha Lembut dan Maha Penyayang. Dari sisi jamaliyyah-Nya kita harus
melakukan tasybih, yaitu kita harus meniru Allah dan menyerupai-Nya dalam
sifat-sifat-Nya yang indah, berakhlak dengan akhlak Allah, dan mencoba menyerap
sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Allah itu Maha Penyayang, maka sudah
sepantasnya kita harus saling menyayangi antara sesama muslim. Semakin kita
meniru sifat kelembutan Allah maka semakin halus budi pekerti ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar