Minggu, 19 Mei 2013

REFLEKSI Elegi Ritual Ikhlas 33: Doakulah yang tersisa


http://powermathematics.blogspot.com/2011/10/elegi-menggapai-hati.html
Selain pikiran, manusia juga dikaruniai hati. Hati adalah tempat munculnya kehendak, kemauan dan perasaan. Pikiran kita mengarahkan kemauan dengan menggunakan daya cipta kita, sedangkan dengan hati kita memantapkan kemauan dan merasakannya dengan perasaan kita. Bila hati kita memiliki kemauan yang kuat dan ditambah dengan keyakinan yang kuat, maka seseorang akan memiliki kekuatan yang besar.
Untuk mengahadapi hal-hal yang besar, kadangkala kita merasa ragu dengan keputusan yang akan diambil. Pada saat itulah seringkali kita tidak lagi menggunakan pikiran dengan analisisnya, tetapi bertanyalah pada hati kita yang sering disebut dengan hati nurani. Ketika seseorang merasa ragu akan suatu hal, maka tentu saja dirinya telah diliputi oleh rasa khawatir. Semua manusia pasti memiliki rasa khawatir. Khawatir itu berada diantara batas pikiran dan hati seseorang. Rasa khawatir akan muncul ketika seseorang tidak dapat menggunakan pikirannya dengan baik dan ketika seseorang tidak membersihkan hatinya dari segala penyakit hati yang sekiranya mengganggu.
Sesungguhnya semua orang telah diberikan anugerah yang besar dari Allah yaitu pikiran dan hati. Bila kita memanfaatkannya dengan baik maka akan menjadi kekuatan dahsyat yang akan menjadikan hidup kita menjadi sukses, bahagia dan bermakna.
Dengan bermodalkan pikiran dan hati, setiap manusia diharuskan untuk selalu berusaha (berikhtiar) dan berdoa (bertawakal) untuk mendapatkan segala hal yang diinginkan. Kedua hal tersebut adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sebab, seseorang dituntut untuk selalu berusaha dan bekerja semaksimal mungkin yang tentunya harus diiringi oleh doa (tawakal).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar