Minggu, 03 Maret 2013

Refleksi Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 9: School Mathematics


powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_5936.html

Matematika sekolah adalah matematika yang telah dipilah-pilah dan disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektualitas siswa. Hakikat Matematika Sekolah (School Mathematics) menurut Ebbut and Straker (1995) adalah suatu rangkaian kegiatan penelusuran pola atau hubungan, kegiatan problem solving, kegiatan investigasi dan komunikasi yang sistematis dan saling berkaitan. Dengan hakikat matematika sekolah tersebut diharapkan agar siswa kedepannya dapat membangun matematikanya sendiri. Siswa dituntut untuk menjadi lebih kreatif dan mandiri serta aktif dalam kegiatan belajar dan mengajar sehingga peran serta guru hanyna sebagai fasilisator dan pendamping siswa dalam pembelajaran, sedangkan siswa diberi kebebasan untuk membangun matematikanya sendiri. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa bahwa belajar matematika adalah sebuah kebutuhan karena selama proses belajar dan mengajar lebih menekankan pada keaktifan siswa. Sehingga menghasilkan generasi-generasi bangsa yang memiliki daya saing dan intelektualitas tinggi. Melalui kegiatan penelusuran dan hubungan, siswa diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan penelitian untuk mengetahui pola-pola yang ada dan menghubungkan pola-pola tersebut sehingga menghasilkan suatu produk matematika. Siswa dibiarkan kebebasan untuk melakukan kegiatan penelusuran melalui metode atau caranya sendiri sehingga siswa dapat lebih mandiri karena siswa dapat menyimpulkan sesuatu sesuai dengan hasil penelitiannya. Namun, guru juga harus terlibat langsung dalam penelitian mengingat peran guru disini sebagai fasilisator dan pendamping siswa. Kemudian hakikat matematika sekolah selanjutnya adalah kegiatan problem solving. Hakikat ini memiliki peranan yang sangat penting karena melalui kegiatan ini akan mendorong siswa untuk lebih aktif, berpikir logis dan sistematis. Siswa juga dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilannya dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Kegiatan investigasi berfungsi untuk melatih dan mendorong keingintahuan siswa dalam memecahkan suatu permasalahan dalam matematika. Matematika adalah komunikasi dalam hakikat matematika sekolah akan memotivasi siswa untuk memecahkan permasalahan matematika melalui interaksi yang dilakukannya dengan siswa lain. Kemudian dalam pembelajaran matematika melalui diskusi kelompok juga akan melatih siswa untuk dapat lebih bersosialisasi dengan lingkungannya. Karena melalui diskusi kelompok siswa dituntut untuk lebih kreatif dan mandiri untuk menemukan pemecahan permasalahan matematika sendiri.
Keempat hakikat (rangkaian kegiatan) tersebut, saat ini diasumsikan sebagai alternatif agar matematika di sekolah menjadi lebih ramah dan menyenangkan bagi peserta didik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar