powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_5936.html
Matematika
sekolah adalah matematika yang telah dipilah-pilah dan disesuaikan
dengan tahap perkembangan intelektualitas siswa. Hakikat Matematika
Sekolah (School Mathematics) menurut Ebbut and Straker (1995) adalah
suatu rangkaian kegiatan penelusuran pola atau hubungan, kegiatan
problem solving, kegiatan investigasi dan komunikasi yang sistematis
dan saling berkaitan. Dengan hakikat matematika sekolah tersebut
diharapkan agar siswa kedepannya dapat membangun matematikanya
sendiri. Siswa dituntut untuk menjadi lebih kreatif dan mandiri serta
aktif dalam kegiatan belajar dan mengajar sehingga peran serta guru
hanyna sebagai fasilisator dan pendamping siswa dalam pembelajaran,
sedangkan siswa diberi kebebasan untuk membangun matematikanya
sendiri. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan
kesadaran siswa bahwa belajar matematika adalah sebuah kebutuhan
karena selama proses belajar dan mengajar lebih menekankan pada
keaktifan siswa. Sehingga menghasilkan generasi-generasi bangsa yang
memiliki daya saing dan intelektualitas tinggi. Melalui kegiatan
penelusuran dan hubungan, siswa diberikan kesempatan untuk melakukan
kegiatan penelitian untuk mengetahui pola-pola yang ada dan
menghubungkan pola-pola tersebut sehingga menghasilkan suatu produk
matematika. Siswa dibiarkan kebebasan untuk melakukan kegiatan
penelusuran melalui metode atau caranya sendiri sehingga siswa dapat
lebih mandiri karena siswa dapat menyimpulkan sesuatu sesuai dengan
hasil penelitiannya. Namun, guru juga harus terlibat langsung dalam
penelitian mengingat peran guru disini sebagai fasilisator dan
pendamping siswa. Kemudian hakikat matematika sekolah selanjutnya
adalah kegiatan problem solving. Hakikat ini memiliki peranan yang
sangat penting karena melalui kegiatan ini akan mendorong siswa untuk
lebih aktif, berpikir logis dan sistematis. Siswa juga dapat
mengembangkan kemampuan dan keterampilannya dalam menyelesaikan
permasalahan matematika. Kegiatan investigasi berfungsi untuk melatih
dan mendorong keingintahuan siswa dalam memecahkan suatu permasalahan
dalam matematika. Matematika adalah komunikasi dalam hakikat
matematika sekolah akan memotivasi siswa untuk memecahkan
permasalahan matematika melalui interaksi yang dilakukannya dengan
siswa lain. Kemudian dalam pembelajaran matematika melalui diskusi
kelompok juga akan melatih siswa untuk dapat lebih bersosialisasi
dengan lingkungannya. Karena melalui diskusi kelompok siswa dituntut
untuk lebih kreatif dan mandiri untuk menemukan pemecahan
permasalahan matematika sendiri.
Keempat
hakikat (rangkaian kegiatan) tersebut, saat ini diasumsikan sebagai
alternatif agar matematika di sekolah menjadi lebih ramah dan
menyenangkan bagi peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar