Setelah
membaca beberapa pertanyaan dari artikel yang terkait dengan
masalah psikologi mengajar matematika, psikologi belajar matematika
dan psikologi pembelajaran matematika terlihat jelas bahwa hal
tersebut dapat mempengaruhi kondisi psikis dan psikologis siswa.
Banyak dari mereka (siswa) merasa terbebani dengan adanya tugas-tugas
yang diberikan oleh guru di dalam kelas. Porsi tugas yang terlalu
banyak seringkali membuat siswa merasa down dan kadang bisa
menjadikan siswa stress. Sebagai seorang guru yang baik, harus dapat
menumbuhkan mental dan memberikan motivasi yang kuat agar siswa mampu
mengerjakan berbagai permasalahan dalam pembelajaran matematika. Agar
siswanya dapat memiliki mental yang kuat. Apalagi jika sebagai
seorang guru muda, mereka harus bisa mengolah dan mengembangkan
sistem pembelajaran agar dapat menumbuhkan suasana yang lebih
kreatif, kondusif, dan fleksibel. Guru juga harus dapat melibatkan
siswa secara aktif dalam proes pembelajaran. Namun tidak cukup itu
saja, seorang guru juga harus mampu mengembangkan bahan ajar dan
menggabungkan beberapa metode dalam pembelajaran. Karena, setiap
peserta didik memiliki karakter dan sifatnya masing-masing yang khas,
sehingga membutuhkan metode pembelajaran yang berbeda-beda yang
sesuai dengan kekhasannya itu. Selain itu juga karena seorang guru
mempunyai tanggung jawab untuk mendidik, mengajar, melatih dan
menilai siswa secara adil, seperti slogan “Education for All”.
Sehingga, tidak ada kasus lagi mengenai kesenjangan antara siswa
berprestasi tinggi dengan yang biasa-biasa saja.
Salah
satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam pembelajaran
matematika yakni jika telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan
melalui hasil(berupa nilai) saat selesai tes, dan melalui sikap serta
tindakan yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran. Tujuan
pembelajaran matematika itu sendiri adalah agar siswa mampu
menggunakan atau menerapkan matematika yang dipelajari dalam
kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari pengetahuan lain. Untuk
mencapai tujuan tersebut sangat dipengaruhi pada beberapa komponen,
seperti guru yang berperan sebagai pendidik. Seorang pendidik harus
mampu memfasilitasi proses pembelajaran matematika dengan
memanfaatkan sarana dan prasarana, bahan ajar, dan metode-metode
pembelajaran yang bervariasi. Untuk meningkatkan kemampuan siswa
dalam mempelajari matematika, dapat menggunakan pembelajaran
matematika secara kontekstual yang sudah diterapkan oleh beberapa
negara. Melalui pendekatan ini dapat meningkatkan hasil belajar dan
aktifitas siswa dalam menyelesaikan tugas matematika yang bisa
dimulai dengan memberikan masalah-masalah kontekstual. Pada intinya,
pendekatan secara kontekstual dapat menjadikan siswa lebih aktif,
kritis, dan kreatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar