Minggu, 03 Maret 2013

Refleksi IDENTIFIKASI MASALAH PSIKOLOGI MENGAJAR MATEMATIKA, PSIKOLOGI BELAJAR MATEMATIKA DAN PSIKOLOGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Setelah membaca beberapa pertanyaan dari artikel yang terkait dengan masalah psikologi mengajar matematika, psikologi belajar matematika dan psikologi pembelajaran matematika terlihat jelas bahwa hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi psikis dan psikologis siswa. Banyak dari mereka (siswa) merasa terbebani dengan adanya tugas-tugas yang diberikan oleh guru di dalam kelas. Porsi tugas yang terlalu banyak seringkali membuat siswa merasa down dan kadang bisa menjadikan siswa stress. Sebagai seorang guru yang baik, harus dapat menumbuhkan mental dan memberikan motivasi yang kuat agar siswa mampu mengerjakan berbagai permasalahan dalam pembelajaran matematika. Agar siswanya dapat memiliki mental yang kuat. Apalagi jika sebagai seorang guru muda, mereka harus bisa mengolah dan mengembangkan sistem pembelajaran agar dapat menumbuhkan suasana yang lebih kreatif, kondusif, dan fleksibel. Guru juga harus dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proes pembelajaran. Namun tidak cukup itu saja, seorang guru juga harus mampu mengembangkan bahan ajar dan menggabungkan beberapa metode dalam pembelajaran. Karena, setiap peserta didik memiliki karakter dan sifatnya masing-masing yang khas, sehingga membutuhkan metode pembelajaran yang berbeda-beda yang sesuai dengan kekhasannya itu. Selain itu juga karena seorang guru mempunyai tanggung jawab untuk mendidik, mengajar, melatih dan menilai siswa secara adil, seperti slogan “Education for All”. Sehingga, tidak ada kasus lagi mengenai kesenjangan antara siswa berprestasi tinggi dengan yang biasa-biasa saja.
Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam pembelajaran matematika yakni jika telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui hasil(berupa nilai) saat selesai tes, dan melalui sikap serta tindakan yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran matematika itu sendiri adalah agar siswa mampu menggunakan atau menerapkan matematika yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari pengetahuan lain. Untuk mencapai tujuan tersebut sangat dipengaruhi pada beberapa komponen, seperti guru yang berperan sebagai pendidik. Seorang pendidik harus mampu memfasilitasi proses pembelajaran matematika dengan memanfaatkan sarana dan prasarana, bahan ajar, dan metode-metode pembelajaran yang bervariasi. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari matematika, dapat menggunakan pembelajaran matematika secara kontekstual yang sudah diterapkan oleh beberapa negara. Melalui pendekatan ini dapat meningkatkan hasil belajar dan aktifitas siswa dalam menyelesaikan tugas matematika yang bisa dimulai dengan memberikan masalah-masalah kontekstual. Pada intinya, pendekatan secara kontekstual dapat menjadikan siswa lebih aktif, kritis, dan kreatif.

http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/identifikasi-masalah-psikologi-mengajar.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar