Minggu, 03 Maret 2013

Refleksi Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)


http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_29.html

Dewasa ini, matematika dianggap sebagai sumber dari segala ilmu pengetahuan yang lain. Dapat dikatakan seperti tersebut karena ilmu matematika dapat diimplementasikan dalam berbagai kegiatan sehari-hari, misalnya dalam kegiatan perdagangan, teknologi dan lain sebagainya. Banyak ilmu-ilmu yang ditemukan dan dikembangkan melalui ilmu matematika. Ilmu matematika dipelajari mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi. Namun, tidak sedikit pula yang menganggap matematika sebagai momok tersendiri. Hal tersebut dapat terjadi salah satunya karena kurangnya intuisi yang dimiliki siswa terhadap ilmu matematika . Karena pada kenyataannya sistem pembelajaran yang dianut oleh sekolah sekolah di Indonesia lebih menekankan aspek kognitif saja. Para guru dan pihak sekolah seakan melupakan aspek afektif dan psikomotorik yang seharusnya juga dimiliki oleh siswa. Sebagian besar dari guru menginginkan hasil Ujian Nasional yang memuaskan. Padahal, dengan adanya statement tersebut siswa malah merasa tertekan dan terbebani. Bukannya siap, siswa malah menjadi gugup dan menjadi konsentrasi dalam mempersiapkan Ujian Nasional. Pihak sekolah seakan lebih berorientasi pada nilai akhir saja tanpa memperhatikan prosesnya. Misalnya, saat menjelang Ujian Nasional guru-guru memberikan rumus-rumus praktis untuk mengerjakan soal-soal tertentu. Padahal yang seharusnya dilakukan guru untuk membantu siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan dalam matematika adalah dengan memberitahukan seluk beluk/ proses dari permasalahan tersebut. Sehingga, siswa tahu proses untuk menemukan pemecahan dari suatu masalah tersebut. Yang nantinya, jika siswa sudah tahu proses panjangnya maka akan membuat siswa menjadi lebih kreatif untuk menemukan sendiri rumus-rumus praktis tanpa batas.
Oleh karena itu, guru seharusnya memberikan pembelajaran matematika melalui prosedur yang sistematis. Sehingga akan diperoleh suatu hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan oleh kedua pihak (pihak sekolah dan siswa) yang dapat berupa pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan tertentu yang dapat digunakan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar