Minggu, 03 Maret 2013

Refleksi To Develop Lesson Plan for Secondary Mathematics Teaching (Mengembangkan RPP Untuk PBM Matematika di SMP)


http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/to-develop-lesson-plan-for-secondary.html

Setelah guru membuat program pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus mengimplementasikan silabus tersebut dengan menyusun suatu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP dapat diartikan sebagai suatu acuan, dasar, atau pegangan bagi seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran baik dikelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, RPP harus berisi hal-hal yang berkaitan langsung dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. RPP harus memuat secara rinci mengenai Tujuan pembelajaran, Materi pembelajaran, Metode pembelajaran, Langkah-langkah kegiatan pembelajaran, Sumber belajar dan penilaian. RPP juga harus mengandung seluruh rangkaian pembelajaran mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada kegiatan pendahuluan guru diarahkan untuk dapat membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga secara perlahan akan dengan mudah menggeser paradigma lama yaitu pembelajaran yang berorientasi pada guru menuju ke pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Oleh karena itu, kemampuan guru dalam melayani kebutuhan siswa dalam belajar matematika menjadi sangat penting. Kemudian pada kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan Kompetensi dasar (KD).
Dalam tahap ini, kegiatan pembelajan dikembangkan dengan apik melalui metode pembelajaran yang inovatif, interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan memberikan keleluasan ruang gerak siswa untuk bergerak aktif tanpa batas agar siswa dapat mandiri sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik-psikis siswa. Guru juga harus dapat menyusun dan mengembangkan bahan ajar yang dapat berupa(buku, internet, dan ICT) untuk menunjang keberhasilan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Bahan ajar yang lain dapat berupa LKS (Lembar Kerja Siswa) bisa disusun oleh guru yang berfungsi sebagai sumber informasi, teori, atau penemuan terbimbing. Sehingga LKS tidak hanya difungsikan sebagai kumpulan soal semata melainkan sebagai sumber informasi untuk siswa. Bahar ajar tersebut pada dasarnya berfungsi untuk membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran, agar siswa tidak semata-mata menjadi pendengar saja melainkan siswa diajak berdiskusi melalui bahan ajar yang disediakan oleh guru. Sumber ajar/ bahan ajar yang lain dapat berupa buku-buku pelajaran bidang studi tertentu yang berbeda-beda. Sumber belajar juga dapat berupa informasi yang terdapat di internet. Jadi, setiap kali proses pembelajaran guru tidak hanya mengacu pada satu sumber belajar saja.
Pada tahapan kegiatan penutup, guru mengakhiri proses pembelajaran yang dapat dilakukan dengan bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian, refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut. Dan untuk mencapai keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, dibutuhkan pula media pembelajaran yang bervariasi dan lebih kreatif yang dapat dikembangkan melalui media pembelajaran berbasis IT seiring dengan perkembangan zaman. Diharapkan, dengan adanya instrumen-intrumen tersebut dapat mewujudkan keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Sehingga, siswa merasa nyaman dan senang selama proses pembelajaran.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar