Selasa, 23 April 2013

REFLEKSI Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah.


http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-ii-memahami-makna.html 
Mati itu pasti. Setiap orang akan mengalami mati. Dan sangat menakutkan karena kematian itu tidak pernah kita ketahui, kapa ia datang dan menjemput roh kita. Bisa dalam waktu satu jam mendatang, satu bula, atau satu tahun kemudian. Maka dari itu kita perlu melakukan koreksi diri. Sudah baikkah ibadah dan amal taat kita kepada Allah. Berapa banyak perbuatan dosa dan maksiat yang kita lakukan setiap hari? Namun pada kenyataannya kita sering lupa untuk mengoreksi diri. Padahal dosa yang diperbuat telah menumpuk banyak dan hal itu tidaklah pernah kita sadari. Sungguh akan celaka jika ajal sudah menjemput sedangkan kita tidak pernah menyempatkan diri untuk bertaubat. Maka dari itu, marilah bertaubat dengan segera. Selama nyawa masih dikandung badan maka pintu taubat tetap terbuka. Janganlah berkecil hati dan berputus asa dalam mencapai rahmat Allah. Allah akan menerima taubat jika dilakukan dengan sungguh-sungguh yang sering disebut sebagai taubat nasuha. Selama dosa-dosa itu tidak dalam bentuk menyekutukan Allah dan membunuh manusia, maka masih memungkinkan untuk bisa dimaafkan. Adapun syarat taubat nasuha yaitu dilakukan dengan sungguh-sungguh, menyesali perbuatan yang pernah dilakukan, berjanji tidak mengulanginya lagi, meningkatkan amal salih. Setelah bertaubat, seharusnya menjaga diri agar tetap istiqamah, yakni mematuhi semua perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Kalau hal itu sudah dapat dilaksanakan dengan baik, maka insyaallah kelak akan mendapatkan husnul khatimah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar