http://powermathematics.blogspot.com/2013/04/elegi-ritual-ikhlas-iv-memandang-wajah.html
Syahadat
dapat diartikan sebagai suatu ikrar, sumpah dan kesepakatan manusia dengan
Allah SWT untuk selalu menjalankan perintahNya dan menjauhi segala laranganNya
jika kita sudah berkomitmen untuk masuk agama Islam. Kalimat syahadat tidak
hanya berbunyi, “Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh wa Asyhadu Anna
Muhammadar Rasulullah”. Namun, memiliki lebih
banyak sisi luhur dibelakangnya. Seseorang yang melafalkan kalimat syahadat
maka dia pasti memiliki ilmu yang dia gunakan untuk memahami isi dari kalimat
syahadat tersebut. Setiap hamba Allah yang melafalkan kalimat syahadat maka ia
harus yakin dengan apa yang dia ucapkan dan makna dari kalimat tersebut dari
dalam hatinya. Seorang hamba Allah yang telah mengucapkan kalimat
syahadat maka dia harus menerima akibat dan resiko apapun dalam mengamalkan ikrar
atau sumpahnya tersebut, harus siap dan bertanggung jawab dalam tegaknya Islam
dan penegakan ajaran Islam. Setiap manusia yang beragama Islam maka harus
selalu beriman dan taat kepada Allah SWT. Karena telah bersaksi bahwa tiada
Tuhan selain Allah, maka tidak boleh sedikitpun mencoba untuk menyekutukan
Allah. Apakah beriman itu hanya sekedar dengan dua kalimat syahadat? Ternyata,
hal tersebut belum cukup untuk dikatakan beriman kepada Allah jika masih enggan
menjalankan perintah Allah dan ia masih sering melakukan maksiat serta
melanggar laranganNya. Sesungguhnya orang yang seperti itu akan celaka baik
didunia maupun diakhirat. Setiap
muslim ketika sudah masuk agama Islam maka dia selalu berharap untuk dapat
bertemu dan melihat wajah Rasulullah. Sesungguhnya, ketika di dunia seseorang
selalu menjalankan syariat Islam yakni mematuhi perintahNya dan menjauhi
laranganNya maka dia akan senantiasa bertemu dengan Rasulullah pada kehidupan
di akhirat kelak. Semoga kelak kita semua dapat berkumpul dengan Rasulullah di
akhirat kelak. Amiin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar