Minggu, 14 April 2013

REFLEKSI Elegi Bagaimana Matematikawan Mengusir Setan

http://powermathematics.blogspot.com/2013/04/elegi-bagaimana-matematikawan-mengusir.html

Sebelum saya membaca artikel tersebut saya sudah tertarik dengan judulnya. Setelah membacanya pun, artikel tersebut sangat menarik. Ada banyak pelajaran yang dapat dipetik. Persepsi kita akan berubah setelah membaca artikel tersebut, bahwa ternyata matematika itu sangat menyenangkan. Matematika disini terlihat sangat berbeda dengan persepsi kita dulu. Banyak orang berpikir bahwa matematika adalah momok tersendiri bagi mereka. Matematika menjadi pelajaran yang dihindari dan di takuti beberapa orang. Namun, persepsi tersebut dapat perlahan hilang setelah mengetahui betapa menyenangkannya matematika itu. Matematika itu adalah suatu seni yang di dalamnya mencakup berbagai dimensi dan

 “Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)” (QS. Al-Baqarah 2;269). Dari dalil tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia dalam hidupnya telah diberikan anugerah yang luar biasa berupa akal pikiran, dan dari anugerah tersebut manusia diperintahkan untuk mencari ilmu setinggi mungkin. Agar dalam hidupnya manusia memperoleh kemuliaan. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna. Jin dan syetan derajatnya di bawah manusia. Oleh karena itu, manusia diperintahkan Allah menggunakan akal dan pikirannya berserta ilmunya untuk berbuat kebaikan di jalan Allah SWT.

            Artikel tersebut menjelaskan bahwa matematikawan dapat mengusir syetan. Dalam hal ini, syetannya berupa suatu kemalasan yang sering kali mengganggu para manusia dalam mempelajari matematika.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar