REFLEKSI Elegi Bagaimana Matematikawan Mengusir Setan
Sebelum saya
membaca artikel tersebut saya sudah tertarik dengan judulnya. Setelah
membacanya pun, artikel tersebut sangat menarik. Ada banyak pelajaran yang
dapat dipetik. Persepsi kita akan berubah setelah membaca artikel tersebut,
bahwa ternyata matematika itu sangat menyenangkan. Matematika disini terlihat
sangat berbeda dengan persepsi kita dulu. Banyak orang berpikir bahwa
matematika adalah momok tersendiri bagi mereka. Matematika menjadi pelajaran
yang dihindari dan di takuti beberapa orang. Namun, persepsi tersebut dapat
perlahan hilang setelah mengetahui betapa menyenangkannya matematika itu.
Matematika itu adalah suatu seni yang di dalamnya mencakup berbagai dimensi dan
“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman
yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi
karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil
pelajaran (dari firman Allah)” (QS. Al-Baqarah 2;269). Dari dalil tersebut
dapat disimpulkan bahwa manusia dalam hidupnya telah diberikan anugerah yang
luar biasa berupa akal pikiran, dan dari anugerah tersebut manusia
diperintahkan untuk mencari ilmu setinggi mungkin. Agar dalam hidupnya manusia
memperoleh kemuliaan. Manusia diciptakan
sebagai makhluk yang paling sempurna. Jin dan syetan derajatnya di bawah
manusia. Oleh karena itu, manusia diperintahkan Allah menggunakan akal dan
pikirannya berserta ilmunya untuk berbuat kebaikan di jalan Allah SWT.
Artikel
tersebut menjelaskan bahwa matematikawan dapat mengusir syetan. Dalam hal ini,
syetannya berupa suatu kemalasan yang sering kali mengganggu para manusia dalam
mempelajari matematika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar