Minggu, 14 April 2013

REFLEKSI Elegi Ritual Ikhlas I

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-i-informasi-awal.html

Dari perbincangan antara Cantraka Sakti, Cantraka Ikhlas dan Muhammad Nurikhlas tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Ritual Ikhlas tersebut bukan hanya sebagai ajang perlombaan, ujian, pertandingan, seminar, workshop, ibadat atau sekedar ritual saja. Namun, kegiatan Ritual Ikhlas tersebut lebih kepada suatu kegiatan/ rangkaian kegiatan yang dapat memberikan kesempatan/ ruang seluas-luasnya dan kesempatan kepada para peserta untuk beribadah dengan ikhlas sebagai bentuk dari keikhlasannya.

Pada dasarnya, kegiatan tersebut meliputi gudang ilmu, gudang hidayah, dan gudang rahmat. Sesuai dengan nama kegiatannya, dari ritual ini peserta  akan mendapatkan gudang ilmu, hidayah, dan rahmat dengan syarat telah melaksanakan rangkaian kegiatan tersebut dengan ikhlas, sabar dan sungguh-sungguh dari dalam hati, tanpa ada paksaan dari siapapun. Syarat utama untuk mengikuti ritual ini menurut Bp. Muhammad Nurikhlas yaitu mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan cara memperbaiki ibadah yang diperintahkan Allah, seperti rutin berdzikir, melakukan solat wajib dan memperbanyak solat sunah, membaca Kitab suci dan melakukan kegiatan lain yang diridhoi Allah.

Hal yang telah dilakukan Cantraka Sakti mulai dari persiapan saja sudah salah. Dia tidak memperhatikan dengan jelas apa yang diungkapkan oleh Bp. Muhammad Ikhlas sebelumnya mengenai syarat dan segala sesuatu yang harus dipersiapkan sebelum mengikuti Ritual Ikhlas. Cantraka Sakti kurang bisa memaknai arti dari keikhlasan tersebut. Ikhlas dalam hal ini yakni melakukan kegiatan dengan sabar dan bersungguh-sungguh dari dalam hati agar memperoleh ilmu, hidayah dan rahmat sebanyak-banyaknya. Namun, persiapan yang telah dilakukan Cantraka Sakti hanya sebatas mempersiapkan kebutuhan jasmani saja dan melupakan kebutuhan rohani. Yakni meliputi makanan, uang, alat komunikasi, beberapa obat-obatan dan lain sebagainya.

Sedangkan hal yang benar telah dilakukan oleh Cantraka Ikhlas. Walaupun dia tidak memiliki cukup bekal duniawi untuk mengikuti Ritual tersebut, tetapi dia mempunyai bekal yang melimpah dalam hal rohani. Sebelumnya, Cantraka Ikhlas adalah sosok yang rutin memberikan pengajian kepada santri-santrinya. Sehingga, dia lebih mempersiapkan pada ibadah, berdzikir, melakukan solat wajib, memperbanyak solat sunah dan lain-lain. Dengan niat dan keteguhan hati yang dimilikinya, semoga Allah akan memberikan perlindungan, dan kekuatan dari Allah SWT.  

            Jadi, untuk melakukan kegiatan ikhlas yang sebenarnya bukan dengan ilmu/ intelektualitas yang tinggi namun lebih kepada mempersiapkan mental, hati, dan memperbanyak menjalankan apa yang telah diperintahkan Allah. Semoga dengan membaca artikel tersebut, dapat memberikan kita wawasan mengenai makna keikhlasan yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar