REFLEKSI Elegi Ritual Ikhlas I
Dari
perbincangan antara Cantraka Sakti, Cantraka Ikhlas dan Muhammad Nurikhlas
tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Ritual Ikhlas tersebut bukan hanya
sebagai ajang perlombaan, ujian, pertandingan, seminar, workshop, ibadat atau
sekedar ritual saja. Namun, kegiatan Ritual Ikhlas tersebut lebih kepada suatu
kegiatan/ rangkaian kegiatan yang dapat memberikan kesempatan/ ruang
seluas-luasnya dan kesempatan kepada para peserta untuk beribadah dengan ikhlas
sebagai bentuk dari keikhlasannya.
Pada dasarnya,
kegiatan tersebut meliputi gudang ilmu, gudang hidayah, dan gudang rahmat.
Sesuai dengan nama kegiatannya, dari ritual ini peserta akan mendapatkan gudang ilmu, hidayah, dan
rahmat dengan syarat telah melaksanakan rangkaian kegiatan tersebut dengan
ikhlas, sabar dan sungguh-sungguh dari dalam hati, tanpa ada paksaan dari
siapapun. Syarat utama untuk mengikuti ritual ini menurut Bp. Muhammad
Nurikhlas yaitu mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan cara memperbaiki
ibadah yang diperintahkan Allah, seperti rutin berdzikir, melakukan solat wajib
dan memperbanyak solat sunah, membaca Kitab suci dan melakukan kegiatan lain
yang diridhoi Allah.
Hal yang telah
dilakukan Cantraka Sakti mulai dari persiapan saja sudah salah. Dia tidak
memperhatikan dengan jelas apa yang diungkapkan oleh Bp. Muhammad Ikhlas
sebelumnya mengenai syarat dan segala sesuatu yang harus dipersiapkan sebelum
mengikuti Ritual Ikhlas. Cantraka Sakti kurang bisa memaknai arti dari
keikhlasan tersebut. Ikhlas dalam hal ini yakni melakukan kegiatan dengan sabar
dan bersungguh-sungguh dari dalam hati agar memperoleh ilmu, hidayah dan rahmat
sebanyak-banyaknya. Namun, persiapan yang telah dilakukan Cantraka Sakti hanya
sebatas mempersiapkan kebutuhan jasmani saja dan melupakan kebutuhan rohani.
Yakni meliputi makanan, uang, alat komunikasi, beberapa obat-obatan dan lain
sebagainya.
Sedangkan hal
yang benar telah dilakukan oleh Cantraka Ikhlas. Walaupun dia tidak memiliki
cukup bekal duniawi untuk mengikuti Ritual tersebut, tetapi dia mempunyai bekal
yang melimpah dalam hal rohani. Sebelumnya, Cantraka Ikhlas adalah sosok yang
rutin memberikan pengajian kepada santri-santrinya. Sehingga, dia lebih
mempersiapkan pada ibadah, berdzikir, melakukan solat wajib, memperbanyak solat
sunah dan lain-lain. Dengan niat dan keteguhan hati yang dimilikinya, semoga
Allah akan memberikan perlindungan, dan kekuatan dari Allah SWT.
Jadi,
untuk melakukan kegiatan ikhlas yang sebenarnya bukan dengan ilmu/ intelektualitas
yang tinggi namun lebih kepada mempersiapkan mental, hati, dan memperbanyak
menjalankan apa yang telah diperintahkan Allah. Semoga dengan membaca artikel
tersebut, dapat memberikan kita wawasan mengenai makna keikhlasan yang
sebenarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar