Kamis, 25 April 2013

REFLEKSI Elegi Ritual Ikhlas 18: Menggapai Hati Yang Jernih



Manusia dalam kehidupannya ditentukan oleh kualitas hatinya masing-masing yang nantinya akan membentuk jati diri seseorang. Hati orang yang bersih, tercermin dari bersihnya jasad. Bagaimana pun juga, di dalam tubuh setiap manusia terdapat segumpalan daging yang bernama hati. Bersih atau kotornya hati, menentukan sifat manusia yang memilikinya. Hal tersebut sejala dengan hadist berikut ini, "Ketahuilah, bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah yang aku maksudkan adalah hati." (Hadis Riwayat Al-Bukhari).
Dari hadist tersebut dapat disimpulkan bahwa hati merupakan segumpal darah yang berada dalam tubuh. Penentu baik dan buruknya amalan seseorang amat bergantung kepada hati. Maka hati dapat dianalogikan sebagai sebuah generator bagi seluruh anggota badan. Jadi, ketika generator tersebut ada masalah atau rusaka maka otomatis akan berpengaruh pada sikap dan tindakan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak segera diatasi maka sikap dan tindakan seseorang yang salah tersebut akan menuju kepada suatu penyakit hati. Macam-macam penyakit hati diantaranya yakni iri, dengki, kikir, pelit, curang dan penyakit hati lainnya yang berbahaya jika tidak segera ada upaya untuk memperbaikinya. Maka dari itu perlu adanya suatu upaya dalam rangkan membersihkan dan mengobati hati yang terjangkit penyakit hati. Menjaga/mengobati hati dengan menjauhkan dari segala perbuatan yang mengotorinya.
Dalam menjalani kehidupan saat ini yang sangat lekat dengan kemaksiatan serta hal-hal lain yang menyebabkan diri ini semakin jauh dari Allah SWT. Untuk itu diperlukan kiat-kiat perbaikan sebagai usaha untuk semakin dekat dan semakin kenal kepada Allah SWT diantaranya:
a.       Mencari ilmu syar’i yag bermanfaat
b.      Bertaubat dan kembali melakukan ketaatan kepada Allah yang Maha Suci
c.       Menjaga dan mengamalkan iman dalam jalan Allah SWT
d.      Terus menerus berdzikir kepada-Nya dimanapun dan kapanpun
e.       Sebisa mungkin berbuat baik kepada sesama makhluk
f.       Mengeluarkan berbagai kotoran hati dari berbagai sifat tercela yang menyebabkan hatinya menjadi sempit dan tersiksa, seperti dengki, kebencian, iri, permusuhan, dan kedhaliman.
g.      Menyandarkan hati hanya kepada Allah seraya bertawakal kepada-Nya
Semoga kita sebagai muslim dapat selalu bertaqwa dan taat kepada Allah agar tidak menunju pada penyakit hati. Karena sesungguhnya sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bersih hatinya dan selalu benar atau jujur lisannya.
http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/elegi-menggapai-hati-yang-jernih.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar