Manusia dalam kehidupannya ditentukan
oleh kualitas hatinya masing-masing yang nantinya akan membentuk jati diri
seseorang. Hati orang yang bersih, tercermin dari bersihnya jasad. Bagaimana
pun juga, di dalam tubuh setiap manusia terdapat segumpalan daging yang bernama
hati. Bersih atau kotornya hati, menentukan sifat manusia yang memilikinya. Hal
tersebut sejala dengan hadist berikut ini, "Ketahuilah, bahwa di dalam
tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baik
pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk
pula seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah yang aku maksudkan adalah
hati." (Hadis Riwayat Al-Bukhari).
Dari hadist tersebut dapat disimpulkan
bahwa hati merupakan segumpal darah yang berada dalam tubuh. Penentu baik dan
buruknya amalan seseorang amat bergantung kepada hati. Maka hati dapat
dianalogikan sebagai sebuah generator bagi seluruh anggota badan. Jadi, ketika
generator tersebut ada masalah atau rusaka maka otomatis akan berpengaruh pada
sikap dan tindakan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak segera
diatasi maka sikap dan tindakan seseorang yang salah tersebut akan menuju
kepada suatu penyakit hati. Macam-macam penyakit hati diantaranya yakni iri,
dengki, kikir, pelit, curang dan penyakit hati lainnya yang berbahaya jika
tidak segera ada upaya untuk memperbaikinya. Maka dari itu perlu adanya suatu
upaya dalam rangkan membersihkan dan mengobati hati yang terjangkit penyakit
hati. Menjaga/mengobati hati dengan menjauhkan dari segala perbuatan yang
mengotorinya.
Dalam menjalani kehidupan saat ini yang
sangat lekat dengan kemaksiatan serta hal-hal lain yang menyebabkan diri ini
semakin jauh dari Allah SWT. Untuk itu diperlukan kiat-kiat perbaikan sebagai
usaha untuk semakin dekat dan semakin kenal kepada Allah SWT diantaranya:
a.
Mencari ilmu syar’i yag bermanfaat
b.
Bertaubat dan kembali melakukan ketaatan
kepada Allah yang Maha Suci
c.
Menjaga dan mengamalkan iman dalam jalan
Allah SWT
d.
Terus menerus berdzikir kepada-Nya dimanapun
dan kapanpun
e.
Sebisa mungkin berbuat baik kepada
sesama makhluk
f.
Mengeluarkan berbagai kotoran hati dari
berbagai sifat tercela yang menyebabkan hatinya menjadi sempit dan tersiksa,
seperti dengki, kebencian, iri, permusuhan, dan kedhaliman.
g.
Menyandarkan hati hanya kepada Allah
seraya bertawakal kepada-Nya
Semoga kita sebagai muslim dapat selalu
bertaqwa dan taat kepada Allah agar tidak menunju pada penyakit hati. Karena
sesungguhnya sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bersih hatinya dan
selalu benar atau jujur lisannya.
http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/elegi-menggapai-hati-yang-jernih.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar