http://powermathematics.blogspot.com/2013/04/elegi-ritual-ikhlas-17-para-bagawat.htmlDalam kehidupan sehari-hari, masyarakat selalu membutuhkan adanya Pemimpin. Menjadi pemimpin adalah kemuliaan yang diberikan oleh Allah kepada seseorang. Setiap kemuliaan dari Allah datang bersamaan dengan ridho Allah, kepada orang yang senang kepada Allah. Manusia yang diberi kemuliaan oleh Allah hanyalah mereka yang merasa sendiri dan merasa beramal, akan tetapi mereka yang selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan-pekerjaan yang disenangi Allah, dan tidak menaruh harapan dari kebiasaan diri dan amalnya.
Pada dasarnya semua orang bisa menjadi pemimpin, namun tidak semua orang bisa menjadi pemimpin yang adil dan amanah, baik untuk urusan dunia (jasmani) maupun untuk urusan keagamaan (rohani). Hanya mereka yang dijuluki sebagai waliyyan mursyidan yang mampu menjadi pemimpin dalam pengertian yang sebenar-benar pemimpin. Mereka, para waliyyan mursyidan dianugerahi oleh Allah kemampuan untuk menjadi tempat bersandar orang-orang yang lemah, menjadi harapan manusia yang ketakutan, menjadi panutan bagi manusia yang dinistakan oleh manusia lainnya, menjadi tempat mengadu orang-orang yang tidak pernah didengar suaranya, memberi inspirasi bagi manusia yang kelelahan, dan sebagainya.
Kebanyakan dari mereka jika dipilih atau ditunjuk sebagai pemimpin niscaya akan dengan sombong mengaku sebagai yang terbaik, paling ahli, paling pintar, paling punya pengaruh dan paling-paling lainnya. Dia ingin menjadi dan dijuluki sebagai pemimpin hanya agar manusia mengakuinya sebagai pemimpin, sebagai orang yang berkuasa memerintah, menghukum, memperkaya diri dan sebagainya. Dia ingin menjadi pemimpin, hanya agar manusia mengakui dialah yang paling pintar, paling ahli dan sebagainya. Padahal kedudukan mereka sebagai pemimpin, bukan dalam pengertian pemimpin yang sebenarnya; dipercaya, ditaati, dan dicontoh oleh seluruh kaum yang dipimpin secara lahir batin.
Dan sungguh patut dikasihani ketika ada orang-orang yang mengaku sebagai pemimpin sementara dia bukan manusia yang mengenal Allah dengan seluruh sifat, asma’, perbuatan-Nya. Sesungguhnya pemimpin harus memiliki sifat:
1.
Pemimpin harus mempunyai tanggung jawab, bukan keistimewaan
2.
Pengorbanan, bukan fasilitas
Pemimpin bukanlah
untuk menikmati kesenangan hidup dengan fasilitas duniawi yang menyenangkan,
tapi justru harus mau berkorban ketika masyarakat yang dipimpinnya berada dalam
kondisi sulit dan sangat sulit.
3.
Kerja keras, bukan santai
Para pemimpin
mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan mengatasi berbagai
persoalan .
4.
Melayani, bukan sewenang-wenang
5. Keteladanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar