Setelah membaca artikel
yang berjudul “Elegi Ritual Ikhlas 20:
Metafisika Filsafat” diatas kita dapat mengetahui dan sedikit mengerti mengenai
filsafat dan filsafat dalam pembelajaran matematika. Filsafat itu
meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Sedangkan kehidupan
sehari-hari itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada, maka kehidupan
sehari-hari itu adalah filsafat. Menurut
berbagai ahli pengertian matematika adalah pertanyaan, ide, pengalaman,
rasional, sintetik a priori,
mensejarah, logika, bahasa, kesalahan, dan matematika adalah pergaulan. Dalam matematika
3+5 = 8 itu sangat jelas dan final, dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Jadi, 3+5=8
itu dapat dipandang sebagai hasil penelitian matematika yang sangat sederhana
dan terlalu sia-sia untuk mempersoalkan. Sedangkan dalam filsafat kita berhak
bertanya mengapa 3+5=8. Sesungguhnya filsafat itu adalah refleksi. Dalam filsafat
3+5=8 hanya betul jika kita mengabaikan ruang dan waktu. Tetapi selama kita
masih memperhatikan ruang dan waktu maka kita bisa mempunyai 3 buku, 3 topi, 3
hari, dst…5 pensil, 5 pikiran, 5 pertanyaan, dst.
Dari elegi-elegi yang telah ditulis
oleh Bapak, kita menjadi memiliki lebih banyak pengetahuan mengenai hakikat pembelajaran
matematika yang sesungguhnya. Walaupun terkadang saya sering tidak paham dengan
kalimat/ bahasa yang disajikan. Besar harapan, semoga pada masa mendatang kita
semua dapat menjadi seorang pendidik yang kreatif, profesional, yang bisa
melayani siswa dst seperti apa yang tertera dalam elegi-elegi bapak sebelumnya.
Amin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar