Kunfayakun, jika Allah SWT
menghendakinya maka tiadalah orang mampu menghalanginya untuk segala kebaikan
maupun keburukan. Jika Allah SWT berkenan menghampiri, maka jiwa dan hati
begitu dekat denganNya. Kemanapun seseorang memalingkan wajah maka yang tampak
adalah rakhmat dan hidayahNya. Oleh karena itu, maka sebagai seorang muslim
kita harus senantiasa menjaga diri dengan
sepenuh hati dengan cara selalu bermujahadah, yaitu mengendalikan hawa nafsu
yang tidak baik, mengarahkan ke hawa nafsu yang baik-baik, meningkatkan
ketaqwaan terhadapAllah SWT, dan selalu memohon ampun dan pertolongan Nya.
“Wahai
orang-orang yang beriman, jangnalah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan
kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka merekalah
orang-orang yang rugi.” (QS. Al Munaafiquun 63: 9). Dari
ayat tersebut, sudah dijelaskan bahwa seorang muslim hidup di dunia ini
hanyalah untuk menggapai ridho Allah SWT, bukan untuk mengejar harta semata.
Namun, seringkali orang menjadi lupa disebabkan oleh harta yang dimilikinya.
Bukannya ia tambah bersyukur tetapi justru menuruti hawa nafsunya. Banyak harta
yang akan membuka peluang bagi seseorang untuk berbuat sekehendak hatinya. Jika
tidak terkontrol dengan iman dan taqwa, maka seseorang akan menjadi budak
nafsunya sendiri. Itulah sebabnya Allah berpesan agar kita tidak lupa kepadaNya
disaat mendapatkan harta yang berlimpah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar