Senin, 29 April 2013

REFLEKSI Elegi Ritual Ikhlas 23: Menggapai Cinta Ilahi


http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-menggapai-cinta-ilahi.html
Kita mengaku telah beriman. Salah satu ciri orang beriman adalah mencintai Allah. Secara garis besar bentuk cinta kepada Allah yakni melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang tidak disenangiNya. Cinta manusia kepada Allah memberikan bekas kebaikan kepada manusia itu sendiri, baik dalam kehidupan di dunia maupun dalam kehidupan di akhirat kelak. Di dunia ini, manuisa yang cinta kepada Allah senantiasa mendapatkan hidayah, yaitu bimbingan dan taufiq dari Ilahi, hidupnya tenang dan mendapatkan kesenangan yang hakiki. Sedangkan di akhirat, ia akan mendapatkan balasan berupa surga. Agar cinta kepada Allah di dalam hati menjadi tumbuh maka caranya adalah harus memperbanyak berdzikir.. dzikir yang dimaksudkan adalah banyak-banyak mengingat Allah. Kemudian kita harus berpikir, memahami isi-isi Al Qur’an, melatih diri untuk melaksanakan ketentuan syariat. Semua itu harus berangkat dari niat dan keikhlasan.
Sesungguhnya kerinduan seorang muslim kepada Allah SWT adalah dalam rangka cinta kepada Nya. Taubat, sabar dan ikhlas seseorang kepada Allah juga dalam rangka wujud dari cinta kepada Nya. Maka sebenar-benar cinta seseorang kepada Allah itu adalah sekaligus awal dan akhir dari pengamalan Agamanya. Maka cinta kita kepada Allah hendaknya meliputi seluruh jiwa dan raga. Dialah yang kita rindukan dan kita cintai secara absolut. Dan sesungguhnya kepada orang-orang yang beriman dan beramal solehlah Allah menanamkan benih-benih cinta ke dalam hatinya. Dan jikalau kita mencintai sesuatu hal melebihi cinta kita kepada Nya maka Allah tidak akan memberikan hidayah Nya kepada orang itu. Maka belumlah seseorang itu disebut beriman jika belum mencintai Allah dan Rasul Nya di atas segala-galanya. Kasih sayang Allah itu meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar