http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-menggapai-cinta-ilahi.html
Kita mengaku telah beriman. Salah satu ciri orang
beriman adalah mencintai Allah. Secara garis besar bentuk cinta kepada Allah
yakni melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang tidak
disenangiNya. Cinta manusia kepada Allah memberikan bekas kebaikan kepada
manusia itu sendiri, baik dalam kehidupan di dunia maupun dalam kehidupan di
akhirat kelak. Di dunia ini, manuisa yang cinta kepada Allah senantiasa
mendapatkan hidayah, yaitu bimbingan dan taufiq dari Ilahi, hidupnya tenang dan
mendapatkan kesenangan yang hakiki. Sedangkan di akhirat, ia akan mendapatkan
balasan berupa surga. Agar cinta kepada Allah di dalam hati menjadi tumbuh maka
caranya adalah harus memperbanyak berdzikir.. dzikir yang dimaksudkan adalah
banyak-banyak mengingat Allah. Kemudian kita harus berpikir, memahami isi-isi
Al Qur’an, melatih diri untuk melaksanakan ketentuan syariat. Semua itu harus
berangkat dari niat dan keikhlasan.
Sesungguhnya kerinduan seorang muslim kepada Allah SWT
adalah dalam rangka cinta kepada Nya. Taubat, sabar dan ikhlas seseorang kepada
Allah juga dalam rangka wujud dari cinta kepada Nya. Maka sebenar-benar cinta
seseorang kepada Allah itu adalah sekaligus awal dan akhir dari pengamalan
Agamanya. Maka cinta kita kepada Allah hendaknya meliputi seluruh jiwa dan raga.
Dialah yang kita rindukan dan kita cintai secara absolut. Dan sesungguhnya kepada
orang-orang yang beriman dan beramal solehlah Allah menanamkan benih-benih
cinta ke dalam hatinya. Dan jikalau kita mencintai sesuatu hal melebihi cinta
kita kepada Nya maka Allah tidak akan memberikan hidayah Nya kepada orang itu.
Maka belumlah seseorang itu disebut beriman jika belum mencintai Allah dan
Rasul Nya di atas segala-galanya. Kasih sayang Allah itu meliputi segala yang
ada dan yang mungkin ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar