Rabu, 24 April 2013

REFLEKSI Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad Nurikhlas kepada Para Cantraka : Meretas Sejarah Peradaban Manusia


http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iii-wasiat-muhammad.html
Dari elegi yang berjudul “Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad Nurikhlas kepada Para Cantraka : Meretas Sejarah Peradaban Manusia” diatas memiliki banyak pengetahuan yang sangat menarik dan bermanfaat. Untuk menuju masa depan yang cerah maka seseorang harus bisa memanfaatkan kesempatan atau peluang dengan kesadaran sebaik-baiknya. Karena kesempatan tersebut tidak akan mungkin terulang kembali. Dalam melakukan segala sesuatu, seseorang dihimbau untuk selalu mendasarinya dengan iman, taqwa, ikhlas dan memiliki dasar pokok yakni hanya untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT semata. Walaupun seseorang telah memenuhi kriteria diatas tetapi tidak memiliki keteguhan hati dan ragu-ragu untuk bertindak maka segala usaha akan sia-sia. Yang terjadi seseorang malah mengalami penyelasan yang datangnya selalu diakhir.
Jika seseorang sudah memiliki keteguhan didalam hatinya dan memiliki niat yang teguh maka insyaallah juga akan memperoleh ilmu. Karena niat dalam melakukan segala sesuatu khususnya dalam beribadah erat kaitannya dengan ilmu dan keikhlasan. Sesungguhnya ilmu itu sangat berperan bagi kehidupan manusia. Kita bisa memandang, melihat dan meraba. Melalui indera tersebut akhirnya kita akan memperoleh ilmu. Segala amal dan perbuatan yang kita lakukan, hendaknya didahului dengan niat didalam hati dengan ikhlas untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Tanpa dilandasi niat ikhlas maka ibadah kita menjadi sia-sia. Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang mengikhlaskan amal perbuatannya karena Allah selama empat puluh hari, maka memancarlah hikmah dari hati dan lidahnya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar