http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-perlombaan-menjunjung-langit.html
Sesungguhnya seorang muslim adalah
seorang pemenang, karena seorang muslim adalah yang terbaik diantara manusia.
Jika pun ras manusia dilahirkan bukan di bumi maka dimanapun ras manusia
berada, seorang muslim lah yang menjadi terbaik. Seorang pemenang haruslah memiliki
ilmu dunia dan ilmu akhirat, keihlasan, kejujuran, niat yang tulus dan baik,
serta didasari oleh perilaku yang terpuji.
Dalam elegi diatas diceritakan mengenai perlombaan
menjunjung langit. Digambarkan bahwa orang yang memiliki kesombongan tidak akan
menjadi seorang pemenang atau bahkan akan mati. Seseorang yang berilmu dan
menunjukkan ilmunya dengan sombong maka dia tidak akan menjadi seorang pemenang,
karena ilmu dunia saja belum mencukupi untuk bekal di hari penantian nanti.
Maka seseorang harus juga mempelajari dan mengamalkan ilmu akhirat. Dalam surah (Al-Isra' 17:37) ALLAH SWT
berfirman yang artinya: “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan
sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan
sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung”.
Akibat buruk dari sikap
sombong kepada Allah akan menyebabkan kehinaan dan kesengsaraan. Dan tidak
mungkin seseorang yang sombong akan memiliki kesuksesan. Kalaupun sukses pasti
hanya sementara saja. Karena, sifat sombong ini akan menutup rahmat dan ampunan
dari Allah SWT. Sifat sombong juga akan mengundang azab dan siksa dari Allah
SWT. Selain itu juga akan menjauhkan manusia dengan menusia lain. Karena tidak ada
satupun manusia yang suka dengan sombong. Maka dari itu marilah kita
menghindari sifat sombong dan bersama-sama bersyukur kepada allah SWT. Hal ini
dijelaskan dalam Al-qur’an surah Lugman: 12 yang artinya, “Dan barangsiapa
bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri.
Dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha
Terpuji”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar