http://powermathematics.blogspot.com/2012/11/elegi-melawan-hawa-nafsu.html
Takut kepada
Allah adalah taat. Kika seorang muslim sudah taat maka takkan pernah melanggar
ketentuan Allah, tetapi dengan istiqamah dan ikhlas selalu menunaikan perintah
dan menjauhi laranganNya. Jika seseorang melanggar laranganNya, sama artinya
dengan berbuat durhaka kepada Allah. Hendaknya kita benar-benar menyadari bahwa
setiap detik kita selalu digoda oleh hawa nafsu. Hawa nafsu merupakan musuh
jiwa beragama dan musuh jiwa orang-orang beriman. Sededik saja kita terlena,
maka akan diombang-ambingkan oleh nafsu tersebut sehingga rasa takut kepada
Alah menjadi berkurang. Hawa nafsu tidak pernah mendorong kita agar menjalankan
suatu kebaikan. Tetapi selalu menjerumuskan kepada perbuatan yang tidak baik,
misalnya, iri, dengki, bertengkar, dendam, dan lain-lain. Hawa nafsu berbeda
dengan kata hati, sebab hawa nafsu membuat seseorang tidak merasa takut sedikit
pun kepada Allah, sedangkan hati mempunyai rasa malu dan takut untuk melakukan
suatu perbuatan maksiat. Orang-orang yang gemar berbuat maksiat disebabkan oleh
hatinya yang sebenarnya bersih itu telah dikuasai oleh hawa nafsu. Namun, jika
kita hendak taat dan beramal baik, maka dengan sendirinya nafsu akan mencegah
syaitan yang membisikkan rasa malas. Maka dari itu, dimanapun kita berada kita
harus taat, berikhtiar, dan berdoa kepada Allah agar selalu mendapatkan
perlindunganNya. Karena sesungguhnya manusia itu diwajibkan berikhtiar selama
hidupnya, seraya berdoa terus menerus. Itulah yang dimaksud dengan dimensi
kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar