Kamis, 25 April 2013

REFLEKSI Elegi Ritual Ikhlas 15: Melawan Hawa Nafsu

http://powermathematics.blogspot.com/2012/11/elegi-melawan-hawa-nafsu.html
Takut kepada Allah adalah taat. Kika seorang muslim sudah taat maka takkan pernah melanggar ketentuan Allah, tetapi dengan istiqamah dan ikhlas selalu menunaikan perintah dan menjauhi laranganNya. Jika seseorang melanggar laranganNya, sama artinya dengan berbuat durhaka kepada Allah. Hendaknya kita benar-benar menyadari bahwa setiap detik kita selalu digoda oleh hawa nafsu. Hawa nafsu merupakan musuh jiwa beragama dan musuh jiwa orang-orang beriman. Sededik saja kita terlena, maka akan diombang-ambingkan oleh nafsu tersebut sehingga rasa takut kepada Alah menjadi berkurang. Hawa nafsu tidak pernah mendorong kita agar menjalankan suatu kebaikan. Tetapi selalu menjerumuskan kepada perbuatan yang tidak baik, misalnya, iri, dengki, bertengkar, dendam, dan lain-lain. Hawa nafsu berbeda dengan kata hati, sebab hawa nafsu membuat seseorang tidak merasa takut sedikit pun kepada Allah, sedangkan hati mempunyai rasa malu dan takut untuk melakukan suatu perbuatan maksiat. Orang-orang yang gemar berbuat maksiat disebabkan oleh hatinya yang sebenarnya bersih itu telah dikuasai oleh hawa nafsu. Namun, jika kita hendak taat dan beramal baik, maka dengan sendirinya nafsu akan mencegah syaitan yang membisikkan rasa malas. Maka dari itu, dimanapun kita berada kita harus taat, berikhtiar, dan berdoa kepada Allah agar selalu mendapatkan perlindunganNya. Karena sesungguhnya manusia itu diwajibkan berikhtiar selama hidupnya, seraya berdoa terus menerus. Itulah yang dimaksud dengan dimensi kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar