Senin, 22 April 2013

REFLEKSI Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas



Ikhlas adalah salah satu hal yang bisa menyebabkan suatu amalan ibadah seseorang diterima oleh Allah SWT. Yakni ikhlas dalam memurnikan ibadah atau amal shalih semata-mata hanya untuk Allah dengan menggharap pahala dariNya. Untuk dapat ikhlas dalam arti yang sesungguhnya memang tidak mudah. Banyak sekali godaan yang selalu menyelubungi diri kita. Maka dari itu, Allah telah menciptakan jin dan syaitan yang bertugas mengganggu kehidupan manusia. Hal ini, sangat bergantung kepada  iman dan ketaqwaan seseorang kepada Allah. Berawal dari diri sendiri adalah senjata ampuh yang dapat memerangi syaitan dan jin.
Dari perbincangan diatas, terlihat jelas bahwa si Cantraka Sakti belum sepenuhnya memaknai arti ikhlas yang sebenarnya. Bukan hanya sekedar tahu saja untuk dapat merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari, namun perlu ledih dari sekedar tahu yakni paham, mengerti, dan menjiwai arti ikhlas sesungguhnya. Apa yang dilakukan oleh Cantraka Sakti sangat salah jika dikaitkan dengan syariat Islam. Kedudukan dan gelar bukanlah sesuatu yang dapat dijadikan sebagai suatu ukuran tingkat keikhlasan. Cantraka Sakti terlalu sombong dengan gelar barunya, sehingga dia menjadi kurang paham dengan ikhlas. Dalam hal ini, ikhlas berarti  melakukan segala sesuatu karena Allah dan semata-mata mencari ridhoNya. Ini adalah salah satu bentuk pengamalan dari firman Allah dalam surat Al-Fatihah: 5 yang artinya: “Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan”.
Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Cantraka Sakti yang dapat merusak keikhlasannya dalam beribadah, diantaranya:
a.       Riya. Hal ini sama persis dengan apa yang dilakukan oleh Cantraka Sakti bahwa dia melakukan ibadah dan menampakkan amalnya dengan tujuan orang lain melihatnya dan memujinya.
b.      Ujub. Ujub yakni berbangga diri dengan amal-amalnya. Selama kegiatan ritual ikhlas berlangsung, Cantraka Sakti selalu menyombongkan segala sesuatu yang dia punya walaupun dia melakukannya tidak secara langsung.
c.       Sum’ah. Yakni dalam melakukan ibadah, seseorang memiliki tujuan agar orang lain mendengar amal tersebut lalu memujinya.
Maka dari itu marilah kita bersungguh-sungguh melakukan ibadah hanya karena Allah. Allah Maha Besar dan Allah Maha Kuasa, sehingga apa yang dikehendakiNya pasti akan terjadi. Jangan sampai Allah murka kepada kita hanya karena tidak ikhlas dalam beribadah.
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-i-cantraka-sakti.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar