Ikhlas adalah salah
satu hal yang bisa menyebabkan suatu amalan ibadah seseorang diterima oleh
Allah SWT. Yakni ikhlas dalam memurnikan ibadah atau amal shalih semata-mata
hanya untuk Allah dengan menggharap pahala dariNya. Untuk dapat ikhlas dalam
arti yang sesungguhnya memang tidak mudah. Banyak sekali godaan yang selalu
menyelubungi diri kita. Maka dari itu, Allah telah menciptakan jin dan syaitan
yang bertugas mengganggu kehidupan manusia. Hal ini, sangat bergantung
kepada iman dan ketaqwaan seseorang
kepada Allah. Berawal dari diri sendiri adalah senjata ampuh yang dapat
memerangi syaitan dan jin.
Dari
perbincangan diatas, terlihat jelas bahwa si Cantraka Sakti belum sepenuhnya
memaknai arti ikhlas yang sebenarnya. Bukan hanya sekedar tahu saja untuk dapat
merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari, namun perlu ledih dari sekedar
tahu yakni paham, mengerti, dan menjiwai arti ikhlas sesungguhnya. Apa yang
dilakukan oleh Cantraka Sakti sangat salah jika dikaitkan dengan syariat Islam.
Kedudukan dan gelar bukanlah sesuatu yang dapat dijadikan sebagai suatu ukuran
tingkat keikhlasan. Cantraka Sakti terlalu sombong dengan gelar barunya,
sehingga dia menjadi kurang paham dengan ikhlas. Dalam hal ini, ikhlas
berarti melakukan segala sesuatu karena
Allah dan semata-mata mencari ridhoNya. Ini adalah salah satu bentuk pengamalan
dari firman Allah dalam surat Al-Fatihah: 5 yang artinya: “Hanya kepadaMu kami
menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan”.
Ada
beberapa hal yang dilakukan oleh Cantraka Sakti yang dapat merusak
keikhlasannya dalam beribadah, diantaranya:
a. Riya.
Hal ini sama persis dengan apa yang dilakukan oleh Cantraka Sakti bahwa dia
melakukan ibadah dan menampakkan amalnya dengan tujuan orang lain melihatnya
dan memujinya.
b. Ujub.
Ujub yakni berbangga diri dengan amal-amalnya. Selama kegiatan ritual ikhlas
berlangsung, Cantraka Sakti selalu menyombongkan segala sesuatu yang dia punya
walaupun dia melakukannya tidak secara langsung.
c. Sum’ah.
Yakni dalam melakukan ibadah, seseorang memiliki tujuan agar orang lain
mendengar amal tersebut lalu memujinya.
Maka dari itu marilah kita
bersungguh-sungguh melakukan ibadah hanya karena Allah. Allah Maha Besar dan
Allah Maha Kuasa, sehingga apa yang dikehendakiNya pasti akan terjadi. Jangan
sampai Allah murka kepada kita hanya karena tidak ikhlas dalam beribadah.
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-i-cantraka-sakti.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar